Cerita Seks Hadiah Tumpangan Ngentot Dengan Abg

Cerita Ngentot dengan Teman Fakultas Hadiah Dari Tumpangan

Cerita dewasa ini aku alami saat masa kuliah. Disitulah terjadi sebuah pengalaman serta cerita sex aku bersama temanku. Gimana sih cerita dewasa dan cerita seks yang akan aku ceritakan kali ini ? yuk kita baca aja cerita berikut ini secara seksama.

Kuliah jam terakhir di kampus S di kawasan Jakarta Selatan baru saja berakhir. Jam menunjukkan pukul 18.00 dan hari pun mulai gelap. Shelia, mahasiswi semester 4 fakultas Ekonomi dengan rambut sebahu berwarna brunette berjalan meninggalkan kampus menuju halte depan kampus.

Cerita Seks Hadiah Tumpangan Ngentot Dengan Abg

Cerita Seks Hadiah Tumpangan Ngentot Dengan Abg

Sesampainya di halte, Shelia merasa agar kurang nyaman. Mata para cowok penjual rokok dan si timer memelotinya seolah ingin menelanjanginya.

Tersadarlah Shelia bahwa hari itu dia memakai pakaian yang sangat sexy. T-shirt putih lengan pendek dengan belahan rendah bertuliskan WANT THESE?, sehingga toketnya yang berukuran 36C seolah hendak melompat keluar, akibat hari itu Shelia menggunakan BH ukuran 36B (sengaja, biar lebih nongol).

Apalagi kulit Shelia memang putih mulus. Di tambah rok jeans mini yang digunakannya saat itu, mempertontonkan kaki jenjang & paha mulusnya karena Shelia memang cukup tinggi, 173cm. ”Buset, baru sadar gue kalo hari ini gue pake uniform sexy gue demi ngadepin ujiannya si Hutabarat, biar dia gak konsen”, pikir Shelia.

Biasanya Shelia bila naik angkot menggunakan pakaian t-shirt atau kemeja yang lebih tertutup dan celana panjang jeans, demi menghindari tatapan dan ulah usil cowok-cowok di jalan. Siang tadi Shelia ke kampus datang numpang mobil temannya, Angel.

Tapi si Angel sudah pulang duluan karena kuliahnya lebih sedikit. Shelia tambah salah tingkah karena cowok-cowok di halte tersebut mulai agak berani ngliatin belahan toketnya yang nongol lebih dekat lagi.

”Najis, berani amat sih nih cowok-cowok mlototin toked gw”, membatin lagi si Shelia. Shelia menggunakan bukunya untuk menutupi dadanya, tapi mereka malah mengalihkan pandangan mesumnya ke pantat Shelia yang memang bulat sekal dan menonjol.

Makin salah tingkahlah si Shelia. Mau balik ke kampus, pasti sudah gelap dan orang sudah pada pulang. Mau tetap di halte nungguin angkot, gerah suasananya. Apalagi kalo naik bus yang pasti penuh sesak jam segini, Shelia tidak kebayang tangan-tangan usil yang akan cari-cari kesempatan untuk menjamahi tubuhnya.

Sudah kepikiran untuk naik taxi, tapi uang tidak ada. Jam segini di kos juga kosong, mau pinjam uang sama siapa bingung. Shelia coba alternatif terakhir dengan menelpon Albert cowoknya atau si Angel atau Dessy teman2nya yang punya mobil, eh sialnya HP mereka pada off.

”Buset, sial banget sih gue hari ini.” Mulailah celetukan mesum cowok-cowok di halte dimulai ”Neng, susunya mau jatuh tuh, abang pegangin ya.

Kasihan, pasti eneng keberatan hehe”. Pias! Memerahlah muka Shelia. Dipelototin si tukang ojek yang berani komentar, eh dianya malah balas makin pelototin toked si Shelia. Makin jengahlah si Shelia.

Tiba-tiba sebuah sedan BMW hitam berhenti tepat di depan Shelia. Jendelanya terbuka, dan nongolah seraut wajah hitam manis berambut cepak sambil menyeringai, si Rayhan. Cowok fakultas Ekonomi satu tahun di atas Shelia, berkulit hitam, tinggi besar, hampir 180cm.

”Shel, jualan lo disini? Hehe”.Shelia membalas ”Sialan lo, gue ga ada tumpangan neh, terpaksa tunggu bus. Than, anter gue ya” pinta Shelia. Shelia sebenarnya enggan ikut bersama si Rayhan karena dia terkenal suka main cewek.

Tapi, dilihat dari kondisi sekarang, paling baik memang naik mobil si Rayhan. Tapi si Rayhan malah bilang ”Wah sory Shel, gue harus pergi jemput nyokap gue.

Arahnya beda sama kosan elo”. ”Than, please anter gue ya. Ntar gw traktir deh lo” rajuk Shelia. Sambil nyengir mesum Rayhan berucap ”Wah kalo ada bayarannya sih gue bisa pertimbangin”. ”Iya deh, ntar gue bayar” Shelia asal ucap, yang penting bisa pergi segera dari halte tersebut.

”Hehe sip” kata Rayhan sambil membuka pintu untuk Shelia. Shelia masuk ke dalam mobil Rayhan, diiringi oleh pandangan sebel para cowok-cowok di halte yang kehilangan santapan rohani.Mobil Rayhan mulai menembus kemacetan ibu kota.

”Buset dah lo Shel, sexy amat hari ini”. Kata Shelia ”Gue sengaja pake uniform andalan gue, karena hari ini ada ujian lisannya si Hutabarat, Akuntasi Biaya. Biar dia ga konsen, n kasi gw nilai bagus hehe”.

”Gila lo, gue biarin bentar lagi, lo udh dient*tin sama tu abang-abang di halte haha” balas Rayhan.
“Sial, enak aja lo ngomong ” maki Shelia.
Sambil mengerling ke Shelia, Rayhan berucap “Shel, bayaran tumpangan ini, bayar sekarang aja ya”.

”Eh, gue bawa duit cuma dikit Than. Kapan2 deh gue bayarin bensin lo” balas Shelia. “Sapa yang minta diduitin bensin, Non” jawab Rayhan.

“Trus lo mau apa? Traktir makan” tanya Shelia bingung.

“Ga. Ga perlu keluar duit kok. Tenang aja” ucap Rayhan misterius. Semakin bingung si Shelia. Sambil menggerak-gerakan tangan kirinya si Rayhan berkata

”Cukup lo puasin tangan kiri gue ini dengan megangin toked lo.

Nepsong banget gue liatnya”

Seringai mesum Rayhan menghiasi wajahnya. Seperti disambar petir Shelia kaget dan berteriak ”BANGSAT LO. LO PIKIR GUE CEWE APAAN!!”.

Malah Menjadi Teman Kampus Jadi Teman Seks

Pandangan tajam Shelia pada wajah Rayhan yang tetap cengar-cengir. “Yah terserah lo. Cuma sekenyot dua kenyot doang. Apa lo gue turunin disini” kata Rayhan. Pada saat itu mereka telah sampai di daerah yang gelap dan banyak gubuk gelandangan.

Shelia jelas ogah. “Bisa makin runyam kalo gue turun disini. Bisa2 gue digangbang” Shelia bergidik sambil melihat sekitarnya.

”Ya biarlah si Rayhan bisa seneng-seneng bentar nggranyangi toked gue. Itung-itung amal. Kampret juga si Rayhan ini”. Akhirnya Shelia ngomong ”Ya udah, cuma pegang susu gue doang kan. Jangan lama-lama” Shelia ketus.

”Ga kok Shel, cuma sampe kos lo doang” kata Rayhan penuh kemenangan. ”Sialan, itu sih bisa setengah jam sendiri. Ya udhlah, biar cepet beres nih urusan sialan” pikir Shelia.

Tangan kiri Rayhan langsung terjulur meraih toked Shelia sebelah kanan bagian atas yang menonjol dari balik t-shirtnya. Shelia merasakan jari-jari kasar Rayhan dikulit tokednya mulai membelai-belai pelan.

Darah Shelia agak berdesir ketika merasakan belaian itu mulai disertai remasan-remasan lembut pada toked kanan bagian atasnya. Sambil tetap menyetir, Rayhan sesekali melirik ke sebelah menikmati muka Shelia yang menegang karena sebal tokednya diremas-remas.

Rayhan sengaja jalanin mobil agak pelan, sementara Shelia tidak sadar kalau laju mobil tidak secepat sebelumnya, karena konsen ke tangan Rayhan yang mulai meremas-remas aktif secara bergiliran kedua bongkahan tokednya.

Nafas Shelia mulai agak memburu, tapi Shelia masih bisa mengontrol pengaruh remasan-remasan tokednya pada nafsunya ”Enak aja kalo gue sampe terangsang gara-gara ini” pikir Shelia. Tapi Rayhan lebih jago lagi, tiba-tiba jari-jarinya menyelusup kedalam t-shirt Shelia, bahkan langsung masuk kedalam BH-nya yg satu ukuran lebih kecil.

Toked Shelia yang sebelah kanan terasa begitu penuh di telapak tangan Rayhan yang sebenarnya lebar juga. ”Ahh…!” Shelia terpekik kaget karena manuver Rayhan. ”Hehe buset toked lo Shel, gede banget. Kenyal lagi. Enak banget ngeremesinnya. Tangan gue aja ga cukup neh hehe” ujar Rayhan penuh nafsu.

Rayhan melanjutkan gerakannya dengan menarik tangan kirinya beserta toked Shelia keluar dari BH-nya. Toked sebelah kanan Shelia kini nongol keluar dari wadahnya dan terekspos full. ”Wuah..buset gedenya.

Pentilnya juga gede neh. Sering diisep ya Shel” kata Rayhan vulgar. ”Bangsat lo Than. Kok sampe gini segala” protes Shelia berusaha mengembalikan tokednya kedalam BH-nya. Tangan Shelia langsung ditahan oleh Rayhan ”Eh, inget janji lo. Gue boleh ngremesin toked lo. Mo didalam BH kek, di luar kek, terserah gue”. Sambil cemberut Shelia menurunkan tangannya. Penuh kemenangan, Rayhan kembali menggarap toked Shelia yang kini keluar semuanya.

Remasan-remasan lembut di pangkal toked, dilanjutkan dengan belaian memutar disekitar puting, membuat Shelia semakin kehilangan kendali. Nafasnya mulai memburu lagi. Apalagi Rayhan mulai memelintir-melintir puting Shelia yang besar dan berwarna pink.

Gerakan memilin-milin puting oleh jari-jari Rayhan yang kasar memberikan sensasi geli dan nikmat yang mulai menjalari toked Shelia. Perasaan nikmat itu mulai muncul juga disekitar selangkangan. Perasaan geli dan getaran-getara nikmat mulai menjalar dari bawah puser menuju ujung selangkangan Shelia. ”Ngehek nih cowok. Puting gue itu tempat paling sensitif gue. Harus bisa nahan!” membatin si Shelia.

Tapi puting Shelia yang mulai menegang dan membesar tidak bisa menipu Rayhan yang berpengalaman. ”Hehe mulai horny juga nih lonte. Rasain lo” pikir Rayhan kesenangan. Karena berusaha menahan gairah yang semakin memuncak, Shelia tidak sadar kalau Rayhan sudah mengeluarkan kedua bongkah tokednya.

Tangan kiri Rayhan semakin ganas meremas-remas toked dan memilin-milih kedua puting Shelia. Ucapan-ucapan mesum pun mulai mengalir dari Rayhan “Nikmatin aja Shel, remasan-remasan gue. Puting lo aja udh mulai ngaceng tuh.

Ga usah ditahan birahi lo. Biarin aja mengalir. memek lo pasti udah mulai basah sekarang”. Shelia sebal mendengar ucapan-ucapan vulgar Rayhan, tapi pada saat yang sama ucapan-ucapan tersebut seperti menghipnotis Shelia untuk mengikuti libidonya yang semakin memuncak. Shelia juga mulai merasakan bahwa celana dalamnya mulai lembab.

“Sial..memek gue mulai gatel. Gue biarin keluar dulu kali, biar gue bisa jadi agak tenangan. Jadi habis itu, gue bisa nanganin birahi gue walopun si Rayhan masih ngremesin toked gue” pikir Shelia yang mulai susah menahan birahinya.

Berpikir seperti itu, Shelia melonggarkan pertahanannya, membiarkan rasa gatal yang mulai menjalari memeknya menguat. Efeknya langsung terasa. Semakin Rayhan mengobok-ngobok tokednya, rasa gatal di memek Shelia semakin memuncak.

“BUSETT. Cuma diremes-remes toked gue, gue udah mo keluar”. Shelia menggigit bibir bawahnya agar tidak mendesah, ketika kenikmatan semakin menggila di bibir memeknya. Rayhan yang sudah memperhatikan dari tadi bahwa Shelia terbawa oleh birahinya, semakin semangat menggarap toked Shelia.

Ketika melihat urat leher Shelia menegang tanda menahan rasa yang akan meledak di bawahnya, jari telunjuk dan jempol Rayhan menjepit kedua puting Shelia dan menarik agak keras kedepan. Rasa sakit mendadak di putingnya, membawa efek besar pada rasa gatal yang memuncak di memiaw Shelia.

Kedua tangan Shelia meremas jok kuat-kuat, dan keluar lenguhan tertahan Shelia “Hmmmffhhhhhhh….”. Pada saat itu, memek Shelia langsung banjir oleh cairan pejunya. Pantat Shelia mengangkat dan tergoyang-goyang tidak kuat menahan arus orgasmenya.

“Oh..oh..hmmffhh” Shelia masih berusaha menahan agar suaranya tidak keluar semua, tapi sia-sia saja. Karena Rayhan sudah melihat bagaimana Shelia orgasme, keenakan karena tokednya dipermainkan. “Hahaha dasar lonte lo Shel. Sok ga suka. Tapi keluarnya sampe kelonjotan gitu” Ngakak Rayhan penuh kemenangan.

Nafas Shelia masih tidak beraturan, dan agak terbungkuk-bungkuk karena nikmatnya gelombang orgasme barusan.

“Kampret lo” maki Shelia perlahan.

“Lo boleh seneng sekarang. Tapi berikut ga bakalan gue keluar lagi.

Gue udah ga horny lagi” tambah Shelia yang berpikir setelah dipuasin sekali maka libidonya akan turun. Tapi, ternyata inilah kesalahan terbesarnya. Beberapa saat setelah memeknya merasakan orgasme sekali, sekarang malah semakin berkedut-kedut, makin gatal rasanya ingin digesek-gesek.

”Lho, kok memek gue makin gatel. Berkedut-kedut lagi. Aduuuh..gue pengen memek gue dikontolin sekaraangg..siaall..” sesal Shelia dalam hati. Rayhan seperti tahu apa yang berkecamuk dalam diri (dan memek) Shelia.

Walaupun Shelia bilang dia tidak horny lagi, tapi nafasnya yang memburu dan putingnya yang semakin ngaceng mengatakan lain. Rayhan menghentikan mobilnya mendadak di pinggir jalan bersemak yang memang sangat sepi, dan tangannya langsung bergerak ke setelan kursi Shelia.

Tangan satunya langsung menekan kursi Shelia agar tertidur. Shelia yang masih memakai seatbealt, langsung ikut terlentang bersama kursi.

”EEHHH…APA-APAAN LO THAN??” Teriak Shelia. Tidak peduli teriakan Shelia, tangan kiri Rayhan langsung meremas toked Shelia lagi, sedang tangan kanannya langsung meremas memek Shelia. ”OOUUHHHH……….!!” lenguh Shelia keras, karena tidak menyangka memeknya yang semakin gatel dan berkedut-kedut keras akan langsung merasakan gesekan, bahkan remasan.

Akibatnya, Shelia langsung orgasme untuk kedua kalinya. Rayhan tidak tinggal diam, ketika badan Shelia masih mengejang-ngejang, jari-jarinya menggesek-gesek permukaan celana dalam Shelia kuat-kuat. Akibatnya, gelombang orgasme Shelia terjadi terus-menerus.

”Oouuuhh…Aghhhh…Ouhhhhhhhh hh Ethaannnnn…!! Teriak Shelia makin keras karena kenikmatan mendadak yang menyerang seluruh selangkangan dan tubuhnya. Kedua tangan Shelia semakin kuat meremas jok, mata memejam erat dan urat-urat leher menonjol akibat kenikmatan yang melandanya.

Ketika gelombang orgasme mulai berlalu, Shelia mulai membuka matanya dan mengatur pernafasannya. Rasanya jengah banget karena keluar begitu hebatnya di depan si Rayhan. ”Aseem, napa gue keluar sampe kaya gitu sih. Bikin tengsin aja. Tapi, emang enak banget. Udah semingguan gue ga ngentot” batin Shelia.

Saat Shelia masih enjoy rasa nikmat yang masih tersisa, Rayhan sudah bergerak di atas Shelia, mengangkat t-shirt Shelia serta menurunkan BH-nya kekecilan sehingga toked Shelia yang bulat besar terpampang jelas di depan hidung Rayhan.

Tersenyum puas dan napsu banget Rayhan berucap ”Gilaa..toked lo Shel. Gede banget, mengkal lagi. Harus gue puas-puasin ngenyotinnya ni malem”. Rayhan langsung menyergap kedua toked Shelia yang putingnya masih mengacung tegak.

Mulutnya mengenyot toked yang sebelah kanan, sambil tangan kanannya meremas-remas & memilin-milin puting yang sebelah kiri. Diisap-isap, lidah Rayhan juga piawai menjilat-jilat dan memainkan kedua puting Shelia.

Gigitan-gigitan kecil dipadu remasan-remasan gemas jemari Rayhan, membuat Shelia terpekik ”Ehhgghh ahh.. ahh.. Ehhtanhnn.. kahtanya.. kahtanya cuma pegang-pegang..kok.. kok sekarangg.. loh ngeyotin tohked guehh…ahh..ahh..” kata Shelia sambil tersengal-sengal nahan birahi yang naik lagi akibat rangsangan intensif di kedua tokednya. Rayhan sudah tidak ambil pusing ”Hajar bleh. Kapan lagi gue bisa nikmatin toked kaya gini bagusnya”.

Sekarang kedua tangan Rayhan menekan kedua toked Shelia ketengah, sehingga kedua putingnya saling mendekat. Kedua puting Shelia langsung dikenyot, dihisap & dimainin oleh lidah Rayhan. Sensasinya luar biasa, Shelia semakin terhanyut oleh birahinya.

Desahan pelan tertahan mulai keluar dari bibir ranum Shelia. Lidah Rayhan mulai turun menyusuri perut Shelia yang putih rata, berputar-putar sejenak di pusernya. Tangan kanan Rayhan aktif membelai-belai dan meremas paha bagian dalam Shelia.

”Aah..ah.. emhh.. emh..Than.. lo ngapahin sihh..” keluh Shelia tak jelas. Dengan sigap Rayhan menyingkap rok mini Shelia tinggi-tinggi. Memperlihatkan mini panty La Senza Shelia berwarna merah. Agak transparan, dibantu cahaya lampu jalan samar-samar memperlihatkan isinya yang menggembung montok. Jembi Shelia yang tipis terlihat hanya diatas saja, dengan alur jembi ke arah pusernya. ”Buseett..sexxyy bangett.. bikin konak gue ampir ga ketahan.” syukur Rayhan dalam hati.

Tanpa babibu lagi jari-jari Rayhan langsung menekan belahan memiek Shelia, dan Rayhan langsung mengetahui betapa horny-nya Shelia ”Wah Shel, memek lo udah becek banget neh. Panty lo aja ampe njeplak gini hehe”.

Shelia cuma bisa menggeleng-geleng lemah, sambil tetap menggigit bibir bawahnya, karena jemari Rayhan menenekan dan menggesek-gesek memeknya dari atas panty. ”Thaan..than..singkirinn tangan lo doong….emh..emh..” keluh Shelia perlahan, tapi matanya memejam dan gelengannya semakin cepat. ”Wah, harus cepat gw beri teknik lidah gue neh, biar si Shelia makin konak hehe” pikir Rayhan napsu.

Cepat Rayhan ambil posisi di depan selangkangan Shelia yang terbuka. Kursi Shelia dimundurkan agar beri ruang cukup untuk manuver barunya. Paha Shelia dibuka semakin lebar, dan Shelia nurut saja.

Jemari Rayhan meraup panty mungil Shelia, dan membejeknya jadi bentuk seperti seutas tali sehingga masuk kedalam belahan memek Shelia. Rayhan mulai menggesek-gesekkan panty Shelia ke belahan memiawnya dengan gerakan naik turun dan kiri kanan yang semakin cepat.

”Aah.. aahh…ehmm..ehhmm.. uuh.. hapaan itu Etthann ahh…” desah Shelia keenakan, karena gesekan panty tersebut menggesek-gesek bibir dalam memeknya sekaligus clitorisnya. Rayhan juga semakin konak melihat memek Shelia yang terpampang jelas.
Dua gundukan tembem seperti bakpau, mulus tanpa ada jembi di sekelilingnya, cuma ada dibagian atasnya saja.

”Shel, memek lo ternyata mantap & montok banget. Pasti enak kalo gue makan neh. Apalagi sampe gue genjot nanti hehe” ujar Rayhan penuh nafsu. Panty Shelia dipinggirkan sehingga lidah Rayhan dengan mudah mulai menjilati bibir memiaw Shelia. Tapi sebentar saja Rayhan tidak betah dengan panty yang mengesek pipinya. Langsung diangkatnya pantat Shelia, dan dipelorotkan panty-nya.

Kini antara Rayhan dan memek Shelia yang tembem dan mulus, sudah tidak ada penghalang apa-apa lagi. Rayhan langsung menyosorkan mulutnya untuk mulai melumat bakpao montok itu. Tapi, Shelia yang tiba-tiba memperoleh kesadarannya, karena ada jeda sesaat ketika Rayhan melepaskan pantynya, berusaha menahan kepala Rayhan dengan kedua tanggannya.

”Gila lo Than, mo ngapain lo?? Jangan kurang ajar ya. Bukan gini perjanjian kita!” ujar Shelia agak keras. Tapi kedua tangan Shelia dengan mudah disingkirkan oleh tangan kiri Rayhan, dan tanpa dapat dicegah lagi mulut Rayhan langsung mencaplok memek Shelia.

Rayhan melumatnya dengan gemas, sambil sekali lidah menyapu-nyapu clitoris dan menusuk-nusuk kedalam memiaw. Bunyi kecipakan ludah dan peju Shelia terdengar jelas. Konak Shelia yang sempat turun, langsung naik lagi ke voltase tinggi. Kepala Shelia mengangkat dan dari bibirnya yang sexy keluar lenguhan agak keras.

”Ouuuffhhh….eeahh…ah. .ah lo apain mehmmek gue Thann..” erang Shelia nyaris setengah sadar.

Rasa gatal yang hebat menyeruak dari sekitar selangkangannya menuju bibir-bibir memeknya. Rasa gatal itu mendapatkan pemuasannya dari lumatan bibir, jilatan lidah dan gigitan kecil Rayhan. Tapi, semakin Rayhan beringas mengobok-obok memek Shelia dengan mulut, dibantu dengan ketiga jarinya yang mengocok lubang memek Shelia, rasa gatal nikmat itu malah semakin hebat. Shelia sudah tidak dapat membendung konaknya sehingga desahan dan erangannya sudah berubah menjadi lenguhan.

” OUUHHHHG….. HMMPPHH… ARRGGHH.. HAHHH.. OUHHH..”.

Kepala Shelia menggeleng ke kiri dan kanan dengan hebatnya. Kedua tangannya menekan kepala Rayhan semakin dalam ke selangkangannya. Pantatnya naik turun tidak kuat menahan rangsangan yang langsung menyentuh titik tersensitif Shelia. Rasa ogah & jaim sudah hilang sama sekali. Yang ada hanya kebutuhan untuk dipuaskan.

”ETHAANN…GILLAA… HOUUUHHH.. ENAAKK…. THANN…AHHH” Shelia semakin keenakan.

Rayhan yang sedang mengobok-obok memek Shelia semakin semangat karena memek Shelia sudah betul-betul banjir. Peju dan cairan pelumas Shelia membanjir di mulut dan jok mobil Rayhan. Jempol kiri Rayhan menggesek-gesek clitoris Shelia, sedang jari-jari Rayhan mengocok-ngocok lubang memek dan G-spot Shelia dengan cepat. ”Heh, ternyata lo lonte juga ya Shel. Mulut lo bilang nggak-nggak mulu. Tapi memek lo banjir kaya gini. Becek banget” kata Rayhan dengan semangat sambil tetap ngocok memiaw Shelia.

Dalam beberapa kocokan saja Shelia sudah mulai merasakan bahwa gelombang orgasme sudah diujung memeknya. Ketika Rayhan melihat mata Shelia yang mulai merem melek, otot-otot tangan mulai mengejang sambil meremas jok mobil kuat-kuat dan pantat Shelia yang mulai mengangkat, Rayhan tau bahwa Shelia akan sampai klimaksnya.

Langsung saja Rayhan menghentikan seluruh aktivitasnya di wilayah selangkangan Shelia. Shelia jelas saja langsung blingsatan ” Ah..ah napa brentii…” sambil tangannya mencoba mengocok memeknya sendiri. Rayhan dengan tanggap menangkap tangan Shelia, dan berujar ”Lo mau dituntasin?”.

Shelia merajuk ”Hiyah.. gue udah konak banggett nih. Pleasee.. kocokin lagi gue ya”. “Kalo gitu lo nungging sekarang” kata Rayhan sambil menidurkan kursi sopir agar lebih lapang lagi dan ada pijakan buat Shelia nungging. “Napa harus nungging ” Shelia masih merajuk dan tangannya masih berusaha untuk menjamah memeknya sendiri. “Ayo, jangan bantah lagi” kata Rayhan sambil mengangkat pantat Shelia agar segera menungging.

Shelia dengan patuh menaruh kedua tangannya di jok belakang, dengan kedua lutut berada di jok depan yang sudah ditidurkan. Posisi yang sangat merangsang Rayhan, demi melihat bongkahan pantat yang bulat, dan memek tembem yang nongol mesum di bawahnya.

Cepat Rayhan melepas sabuk dan celana panjangnya, lalu meloloskan celana dalamnya. Langsung saja kontol hitam berurat sepanjang 17cm dan berdiameter 4.5cm itu melompat tegak mengacung, mengangguk-ngangguk siap untuk bertempur. Shelia yang mendengar suara-suara melepas celana di belakangnya, menengok dan langsung kaget melihat kontol Rayhan sudah teracung dengan gagahnya.

”Buset, gede juga tu kontol, hampir sama dg punya Albert” pikir Shelia reflek.
”Eh, lo mo ngontolin gue Than. Enak aja!” teriak Shelia dan mencoba untuk membalik badan.

Tapi Rayhan lebih cepat lagi langsung menindih punggung Shelia, sehingga Shelia harus bertelekan lagi dengan kedua sikunya ke jok belakang. Rayhan menggerakkan maju mundur pantatnya sehingga kontolnya yang ngaceng, menggesek-gesek bibir memek Shelia. ”Sshh…Than…mmhh.. jangan macem-macem lo ya!” ujar Shelia masih berupaya galak, tidak mau dikentot oleh Rayhan.

Kedua tangan Rayhan meraih kedua toked besar Shelia yang menggantung dan meremas-remasnya dengan ganas. Sambil menciumi dan menggigit tengkuk Shelia, Rayhan berkata ”Udah deh, lo ga usah sok ga doyan kontol gitu.

Kan lo yang mau dituntasin. Ini gue tuntasin sekalian dengan kontol gue. Lebih mantep timbang cuma jari & lidah hehe”. Remasan & pilinan di kedua toket dan serbuan di tengkuk dan telinga membuat gairah Shelia mulai naik lagi.

Nafas Shelia mulai memburu. Tapi Shelia masih mencoba untuk bertahan. Namun, gesekan kontol yang makin intense di bibir memek Shelia, betul-betul membuat pertahanan Shelia makin goyah. Kepalanya mulai terasa ringan, dan rasa gatal kembali menyerang memeknya dengan hebat.

”Hmffh…shh…awas lo Than kalo sampe hhemm.. sampe berani masukin kontol lo, lo bakal gue..hmff..gue….OUUHHHHH” omongan Shelia terputus lenguhannya, karena tiba-tiba Rayhan mengarahkan pal-kon nya ke lubang memek Shelia yang sudah basah kuyup dan langsung mendorongnya masuk, hingga kepala kontol Rayhan yang besar kaya jamur merah amblas dalam memek tembem Shelia, sehingga ada peju Shelia yang muncrat keluar.

”Hah..hah…shhh…brengs ek lo Rayhannn. kontol lo…kontol lo…itu mo masuk ke memek guee…” erang Shelia kebingungan, antara gengsi dan birahi. Rayhan diam saja, tapi memajukan lagi pantatnya sehingga tongkolnya yang besar masuk sekitar 2 cm lagi, tapi kemudian ditarik perlahan keluar lagi sambil membawa cairan pelumas memek Shelia. Sekarang pantat Rayhan maju mundur perlahan, mengocok memiaw Shelia tapi tidak dalam-dalam, hanya dengan pal-konnya aja. Tapi, hal ini malah membuat Shelia blingsatan, keenakan.

”HMFPHH….HEEMMFFHH…SS HH AAHH…Rayhannn kontol lo… kontol lo… ngocokin memek guee….hhmmmff”. Rasa gatal yang mengumpul di memek Shelia, serasa digaruk-garuk dengan enaknya. Shelia yang semula tidak mau dikontolin, jadi kepengen dikocok terus oleh kontol Rayhan.

Kata Rayhan ”Jadi mau lo gimana? Gue stop neh”. Rayhan langsung mencabut kontolnya, dan hanya menggesek-gesekkan di bibir memek Shelia. ”Ethaan…pleasee.. kentot gue. Masukin kontol lo ke memek gue. Gue udah ga tahan gatelnya..gue pengen dikenttooott!!!” rengek Shelia sambil menggoyang-goyangkua pinggulnya, berusaha memundurkan pantatnya agar kontol Rayhan yang dibibir memeknya bisa masuk lagi.

”Hahahaha sudah gue duga, elo emang lonte horny Shel. Dari tampang & body elo aja gue tau, kalo elo itu haus tongkol” tawa Rayhan penuh kemenangan. ”Ayo buka paha lebih lebar lagi” perintah Rayhan. Shelia langsung menurutinya, membuka pahanya lebih lebar sehingga memeknya makin terpampang. Rayhan tanpa tedeng aling-aling langsung menusukkan kontolnya kuat-kuat ke memek Shelia. Dan…BLESHH…seluruh tongkol hitam itu ditelan oleh memek montok Shelia. Air peju Shelia terciprat keluar akibat tekanan tiba-tiba benda tumpul besar.

”AUUGGHHHH…………!!! ” pekik Shelia yang kaget dan kesakitan.

”Hehehe gimana rasa kontol gue Shel” kekeh Rayhan yang sedang menikmati hangat dan basahnya memek Shelia. Shelia masih shock dan agak tersengal-sengal berusaha menyesuaikan diri dengan benda besar yang sekarang menyesaki liang memeknya.

”Buseet..tebel banget nih kontol, memek gue penuh banget, keganjel. Mo buka paha lebih lebar lagi udah ga bisa.. mhhmff” erang Shelia dalam hati. Karena Shelia diam saja, hanya nafasnya saja yang terdengar memburu.

Rayhan mulai menarik keluar kontolnya sampai setengahnya, kemudian mendorongnya masuk lagi. Demikian terus menerus dengan ritme yang tepat. ”Hehh..heh…mmm legit banget memek lo Shelnn..” desah Rayhan keenakan ngentotin memek Shelia yang peret tapi basah itu.

Hanya butuh tiga kocokan, Shelia mulai didera rasa konak dan kenikmatan yang luar biasa. Menjalari seluruh tangan, pundak, tokednya, sampai selangkangan dan seluruh memeknya. Rasa gatal yang sangat digemari oleh Shelia seperti mengumpul dan menjadi berkali lipat gatalnya di memeke Shelia. Shelia sudah tidak mendesah lagi, tapi melenguh dengan hebat. Hilang sudah gengsi, tinggal rasa konak yang dahsyat.

”UUHHHHH…..UHHH……OUUHHGG GG… ENNAAKKNYAA…”.

”OH GODD..memek GUE…memek GUE..”

Shelia terbata-bata disela lenguhannya yang memenuhi mobil..

”memek GUE..GATELLL BANGETT….KENTTOOTTT GUE TTHANN…ARGGHH…”

Lenguhan Shelia semakin keras dan omongan vulgar keluar semua dari bibir sexy-nya. Kepalan tangan Shelia menggegam keras, kepalanya menggeleng semakin cepat, pinggulnya bergerak heboh berusaha menikmati seluruh kontol Rayhan.

Rayhan pun terbawa napsunya yang sudah diubun-ubun. Tangannya meremas-remas toked Shelia tanpa henti dengan kasarnya, dan Rayhan sudah tidak menciumi pundak & tengkuk Shelia, melainkan menggigitnya meninggalkan bekas-bekas merah. Pantatnya bergerak maju mundur dengan ritme yang berantakan, cepat lalu perlahan, kemudian cepat lagi, membuat kontol Rayhan mengocok memek Shelia seperti kesetanan.

Bunyi pejuh Shelia yang semakin membanjir menambah nafsu mereka berdua semakin menggila. SLEPP..SLEPP..SLEPP..PLAK..PLA K…suara kontol yang keluar masuk memek dan benturan pantat Shelia dengan pangkal kontol Rayhan terdengar di sela-sela lenguhan Shelia & Rayhan.

Tak sampai 10 menit Shelia merasakan aliran darah seluruh tubuhnya mengalir ke memeknya. Rasa gatal sepertinya meruncing dan semakin memuncak di tempat-tempat yang dikocok oleh tongkol Rayhan.

”GUEE KELUAARRRR THANNN……OUUUHHHHHHHHH….A HHHHHHH…” teriak Shelia melampiaskan rasa nikmat yang tiba-tiba meledak dari memeknya. Rayhan merasakan semburan hangat pada tongkolnya dari dalam memek Shelia. Karena Rayhan tetap mengocokkan kontolnya, bahkan lebih cepat ketika Shelia mencapai klimaksnya, Shelia bukan saja dilanda satu orgasme, melainkan beberapa orgasme sekaligus bertubi-tubi.

”OAHHH…OHHH….UUUHH..KOK..K OK.. KLUAR TERUSSS NIIIHHH…” erang Shelia dalam klimaksnya yang berkali-kali sekaligus. Hal ini membuat Shelia berada dalam kondisi extacy dalam 30 detik lamanya.

Badan Shelia berkelonjotan, air pejunya muncrat keluar dari dalam memeknya. ”Gilaa..enak bener than… gue sampe keluar berkali-kali” ujar Shelia agak bergetar karena Rayhan masih dengan nafsunya mompain memek Shelia.

”Hehehe demen banget liat lo keluar kaya gitu Shel. Betul-betul nafsuin. Tapi ini baru setengah jalan. Gue bikin lo lebih kelonjotan lagi. Gue kentot lo sampai peju lo keluar semua” kata Rayhan.

Shelia hanya bisa merutuk dalam hati, karena memang dia merasa keenakan dientot Rayhan dengan cara sekasar itu. Kemudian Rayhan membalik tubuh Shelia agar terlentang dan bersandar di jok belakang.

Kedua kaki Shelia diangkat dan mengangkang lebar sehingga Rayhan bisa dengan jelas melihat memek Shelia yang chubby itu berleleran dengan peju Shelia. ”Than, udahan dulu ya. Gue lemes banget” Shelia terengah-engah minta time-out.

Tapi bukan Rayhan namanya kalo nurutin kemauan si cewek. Bagi Rayhan, si cewek harus digenjot terus sampai betul-betul lemes, baru disitu si cewek dapat klimaksnya yang paling hebat. Tidak pedulian rengekan Shelia, Rayhan langsung mengarahkan kontolnya ke memek Shelia yang menganga, dan langsung BLEESHH..!! Dengan mudahnya memek Shelia menelan kontol Rayhan.

”Hmmffpp..sshiitt..” Shelia cuma bisa mengumpat perlahan karena tiba-tiba saja (lagi) kontol Rayhan sudah amblas kedalam memeknya. Rayhan langsung menggenjot Shelia dengan kecepatan tinggi. SLLEPP…SLEEPP… SLLEPPP…SLEPP…. kontol Rayhan keluar masuk memek Shelia dengan cepat. Shelia yang sudah lemes dan kehabisa energy, tiba-tiba mulai merasakan sensasi horny lagi.

”Oh shit..gue kok horny lagi. Lagi-lagi memek gue minta digaruk shhhh..” mengumpat Shelia dalam hati. Rayhan yang kini berhadapan dengan Shelia, bisa melihat perubahan mimik muka Shelia yang dari lemes dan ogah-ogahan, menjadi mimik orang keenakan dan horny abis.

”Hehehe gue kata juga apa. Elo memang harus dikentot terus, dasar memek lonte” ujar Rayhan sambil terus memompa memek Shelia. Kedua tangan Rayhan kini bertelekan di toked Shelia, dan meremasnya seperti meremas balon.

”AAHH…AHH…AHH..EEMMPPHH… .EKKHH….” erang Shelia yang merem melek keenakan dientot. Kali ini tidak sampai 5 menit, seluruh otot tubuh Shelia sudah mengejang. Kedua tangan Shelia memeluk dan mencakar punggung Rayhan kuat-kuat. Lenguhan yang keluar dari mulut Shelia semakin keras.

”HOUUUHH….HOOOHH….UUUGGHHH …ENNAAKKKKK..TERUSSS THANN…. GENJOTTT TERUSS…. GUE AMPIIRR NEEHHH……..”.
”Woe, lonte, lo udah mo keluar lagi? Tunggu gue napa” damprat Rayhan tapi tetapi malah mempercepat genjotannya. Tanpa dapat dihalangi lagi, memek Shelia kembali berkedut-kedut keras dan meremas-remas kontol Rayhan yang berada didalamnya. Diiringi pekikan keras, Shelia mencapai klimaksnya yang kesekian.

”AAGGGHHHHHHHHHHHHH……….. ………GUE KLUUAARRR ……..”.

Shelia merasakan gelombang kenikmatan yang luar biasa itu lagi, dan seluruh tulangnya serasa diloloskan. ”Hhhh…..enak bangetttttt. Lemes banget gue” membatin si Shelia. Melihat Shelia yang sudah keluar lagi, kali si Rayhan agak kesal karena dia sebenernya juga sudah hampir keluar. Tapi kalo si cewek sudah nggak binal lagi, si Rayhan merasa kurang puas. ”Sialan, lo Shel. Main keluar aja lo. Kalo gitu gue entot diluar aja lo. Di sini sempit banget”.

Maka Rayhan langsung membuka pintu mobil, keluar dan menarik Shelia keluar. ”Eh..eh.. apa-apaan ni Than. Gue mo dibawa kemana?” tanya Shelia lemes. “Kaki gue lemes banget Than, susah banget berdiri” tambah Shelia. Rayhan langsung bopong Shelia keluar dari mobil. Langsung dibawa kedepan mobil. Lantas badan Shelia ditenkurapkan di kap depan BMW-nya.

Posisinya betul-betul merangsang. Pinggang ke atas tengkuran di kap mobil, dengan kedua tangan terpentang. Kedua kaki Shelia yang lemes menjejak tanah, dibuka lebar-lebar pahanya oleh Rayhan. Shelia jengah sekali karena kini dia bugil di tempat terbuka.

Siapa saja bisa melihat mereka. ”balik dalam lagi aja yuk” ujar Shelia sambil berupaya berdiri. Tapi dengan kuatnya tangan Rayhan menahan punggung Shelia agar tetap tengkurap di kap mobil, sehinggu pantatnya tetap nungging. ”Kan gue udah bilang, gue bakal kentotin lo sampai habis peju lo Shel” ujar Rayhan yang nafsunya makin berkobar melihat posisi Shelia.

Hawa dingin malam malah membuat Rayhan merasa energinya kembali lagi. Kedua tangan Rayhan meremas bongkahan semok pantat Shelia, dan membukanya sehingga memek Shelia yang masih berleleran peju ikut membuka. Rayhan langsung melesakkan kontolnya dalam-dalam ke memek Shelia. ”AHHHH…” pekik Shelia tertahan.

Kali ini Rayhan betul-betul seperti kesetanan. Tidak ada gigi 1, atau 2, bahkan 3. Langsung ke gigi 4 dan 5. Genjotan maju mundurnya dilakukannya sangat cepat, dan ketika menusukkan tongkolnya dilakukan dengan penuh tenaga. PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK..bunyi pantat Shelia yang beradu dengan badan Rayhan semakin keras terdengar. ”GILAA…ENAKKK BANGET NIH memekKK…..” Rayhan mengerang keenakan.

Tangannya mencengkram pantat Shelia kuat-kuat, dan kepala Rayhan mendongak ke atas, keenakan. Shelia yang mula-mula kesakitan, mulai terangsang lagi. Entah karena kocokan Rayhan, atau karena sensasi ngentot di areal terbuka seperti ini. Perasaan seperti dilihat orang, membuat memek Shelia berkedut-kedut dan gatel lagi. Maka lenguhannya pun kembali terdengar.

”OUUHHH….HHHMMFFPPPPP….OHH H..UOOHH…ENAK..ENAK..ENAAKKK ….” Shelia meceracau.

Mendengar lenguhan Shelia, Rayhan tambah nafsu lagi ”Ooo.. lo demen ya dikentot kasar gini ya Shel..Gue tambahin lagi kalo gitu” kata Rayhan dengan nafas memburu. Jari-jari Rayhan tetap mencengkram bongkahan montok pantat Shelia, tapi bedanya kedua jari jempolnya dilesakkan kedalam lubang pantatnya. Dan digerakkan berputar-putar didalamnya.

Lubang pantat Shelia adalah juga merupakan titik sensitif bagi Shelia, sehingga mendatangkan sensasi baru lagi. Apalagi 2 jari jempol yang langsung mengobok-oboknya. Shelia makin blingsatan dan makin heboh lenguhannya.

”GILAA LO THAN…UUHHHHHH.. UHH..UHH.. OUUUUUUHHHHHHH…..!

Shelia sudah tidak bisa berkata-kata lagi, cuma lenguhan yang kluar dari mulutnya. Rayhan tidak sadar bahwa setelah hampir 10 menit mengocok Shelia dari belakang, Shelia sudah dua kali keluar lagi. Shelia yang sudah agak lewat sensasi orgasmenya, mulai menyadari bahwa gerakan Rayhan mulai tidak beraturan dan tongkolnya jadi membesar.

”Oh shit, Rayhan mo keluar. Pasti dia pengen nyemprot dalam memek gue. Harus gue cegah” pikir Shelia panik. Tapi, pikiran tinggal pikiran. Badan Shelia tidak mau diajak kerja sama. Mulutnya meneriakkan ”JANGAN NGECRET DIDALLAMM….PLEASEE!!!”.

Tapi Rayhan yang memang sudah berniat menyemprotkan pejunya dalam memek Shelia, malah semakin semakin semangat menggenjot dalam-dalam memek Shelia. Shelia sendiri karena memeknya semakin disesaki oleh kontol Rayhan yang membesar karena hendak ngecret, jadi terangsang lagi dan langsung hendak ngecret juga.

Maka, ketika Rayhan mencapai klimaksnya, tangannya mencengkram pantat Shelia kuat-kuat, dan kontolnya ditekan dalam-dalam dalam memek Shelia, Rayhan meraung keras.

“HMMUUUUAHHHHH….AAHHHH” cairan peju hangat Rayhan menyemprot berkali-kali dalam liang memek Shelia. Shelia pun bereteriak keras ” OUUUAAHHHH….GUE KELUARRRRR….” dan pejunya pun ikut muncrat lagi.

Kedua mahluk lain jenis itu berkelonjotan menikmati setiap tetes peju yang mereka keluarkan. Cairan peju Rayhan dan Shelia berleleran keluar dari sela-sela jepitan kontol & memek Shelia. Banyak sekali cairan yang keluar meleleh dari memek Shelia turun ke pahanya.

Rayhan puas sekali bisa menembakkan pejunya dalam memek cewek sesexy Shelia. Apalagi si Shelia ikutan keluar juga. ”Komplet dah” pikir Rayhan. Karena lemas, Rayhan ikut tengkurap, menindih tubuh Shelia di atas kap mobil. kontolnya yang mulai mengecil, masih dibiarkan di dalam memek Shelia.

Sedang Shelia sendiri, masih memejamkan mata menikmati setiap sensasi extasy kenikmatan orgasme yang masih menjalarinya seluruh tubuhnya. Belum pernah ia ngentot sampai keluar lebih dari 4 kali seperti ini. Apalagi sebelumnya dia sempat menolak. Rasa tengsin dan malu mulai menjalar lagi, setelah gelombang kenikmatan orgasmenya memudar.

Rayhan yang masih menindihnya berkata ”Hehehe enak kan. Gue demen banget ngentot sama lo Shel. Betul-betul binal & liar. Memek lo ga ada matinya, nyemprot peju mulu” kata Rayhan seenaknya.

Shelia cuma bisa diam dan ngedumel dalam hati. ”Udah, bangun lo. Anter gue pulang sekarang. Berlebih banget nih gue bayarnya” ujar Shelia ketus. ”Heheh ok..ok gue udah dapet apa yang gue mau. Sekarang gue anter lo pulang” balas Rayhan.

Rayhan pun bangun dari punggung Shelia dan beranjak ke pintu mobil dan mulai memakai pakaian dan celananya. Tapi kemudian dia heran, kok si Shelia masih tengkurapan aja di kap mobil. ”Hei, katanya mo pulang. Kok masih tengkurapan aja” tanya Rayhan. Shelia tidak menjawab, hanya terdenger dengusan nafas saja.

Ketika Rayhan menghampiri, terlihatlah betapa merahnya muka Shelia, karena menahan malu. ”Than, bantuin gue bangun dong. Kaki gue lemes banget. Selangkangan gue rasanya kaya masih ada yang ngganjel” ujar Shelia malu-malu. ”Hahaha…KO juga lo ya, cewe paling bahenol di kampus” tawa Rayhan membahana. Bertambahlah merahlah muka si Shelia.

Ketika mau bopong Shelia, tiba-tiba pikiran mesum Rayhan keluar lagi. Dikeluarkanlah HP-nya yang berkamera. Rayhan ambil beberapa shot posisi Shelia yang mesum banget itu plus dua close up memek Shelia yang berleleran peju.

Karena Shelia memejamkan mata untuk mengatur nafas, dia tidak sadar akan tindakan Rayhan. Akhirnya Rayhan kasihan juga, tubuh Shelia dibopong masuk kedalam mobil. Bahkan dibantuin memakai pakaian dan roknya lagi.

Tapi ketika Shelia meminta panty-nya, Rayhan berkata ”Ini buat gue aja. Kenang-kenangan. Lo ga usah pake aja. Memek lo butuh udara segar kelihatannya, habis tadi gue sumpalin pake kontol gue terus”. ”Sial lo Than. Ya udah, ambil dah sana” ketus Shelia.

Shelia langsung tertidur di kursi mobil. Baru terbagun ketika mobil Rayhan sudah sampai di depan pagar kos-kosan Shelia. ”Lo bisa jalan ga Shel? Kalo masih lemes, gue papah deh masuk ke kamar lo. Itung-itung ucapan terima kasih sudah mau ngentot ama gue malam ini hehe” kata Rayhan nakal. Shelia tidak bisa menolak tawaran itu, karena memang dia masih merasa lemas dikedua kakinya. Maka Rayhan pun memapah Shelia berjalan menuju kosnya.

Kamar Shelia ada di lantai 2. Kamar-kamar di lantai 1 sudah pada tertutup semua. Tidak ada penghuninya yang nongkrong di luar. Diam-diam Shelia merasa lega. Apa kata orang kalo dia pulang dipapah seperti ini. Kalo ga dibilang lagi mabok, bisa dibilang yang enggak-enggak lainnya.

Tapi sialnya, ketika dilantai 2 mereka berpapasan dengan si Mirna yang baru dari kamar mandi. Mirna yang selama ini jealous dengan kesexy-an Shelia, perhatiin Shelia dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Tiba-tiba si Mirna ketawa sinis ”Napa lo Shel”. ”Sedikit mabok Mir” jawab Shelia sekenanya.

”Mabok apa lo? Mabok peju kelihatannya” kata Mirna nyelekit sambil mandangi paha Shelia. Reflek Shelia nengok kebawah, betapa kagetnya Shelia, karena dia baru sadar tadi belum bersihin leleran peju Rayhan dan pejunya sendiri. Lelehan peju mengalir dari dalam memek Shelia, sampai lututnya. Cukup banyak, sehingga kelihatan jelas.

PIASS! Muka Shelia langsung memerah. Shelia langsung berpaling, sedang Mirna terkekeh senang.
”Kalo elo kelihatannya malah kekurangan peju neh. Mana ada cowo yang ikhlas kasi pejunya ke cewe kerempeng kayo elo?” tiba-tiba Rayhan nyeletuk pedes. Muka Mirna berubah dari merah, kuning sampai jadi ungu.

”Heh, gue juga punya cowok yang mau ngentot sama gue tanpa gue minta” balas Mirna ketus.
”Nah, berarti kan lo bedua sama, sama-sama butuh kontol & pejunya. Napa saling hina. Urus aja urusan lo masing-masing, dan kenikmatan lo masing-masing. Ga usah saling sindir” tandas Rayhan.

Mirna langsung terdiam, dan ngloyor masuk dalam kamarnya. Shelia sedikit terkejut, ga nyangka kalo si bejat Rayhan bisa ngomong cerdas seperti itu. Betul-betul penyelamatnya. Setelah ditidurkan di ranjangnya Rayhan pamit ”Gue cao dulu ya Shel.

Thanks buat malam ini. Betul-betul sex yang hebat. Baru kali ini gue ngrasain. Kalo lo pengen, call gue aja ya. kontoll gue selalu siap melayani hehe”. ”Enak aja. Ini pertama dan terakhir Than. Kapok gue naik mobil lo” balas Shelia pedas.

Rayhan cuma tartawa saja, lalu berbalik menutup pintu dan pergi. Sebenarnya Shelia merasakan hal yang sama dengan Rayhan, betul-betul sex yang luar biasa malam ini. Shelia ragu-ragu, bila Rayhan ngajak lagi, emang dia bakal langsung nolak.

Kok ga yakin ya? Sialan maki Shelia pada diri sendiri. Sekarang gue butuh tidur. Dalam sekejap Shelia langsung terlelap, tanpa berganti pakaian.

Simak Foto Memek Perawan Dientot Paksa
VIMAX
Cerita Seks Hadiah Tumpangan Ngentot Dengan Abg | Rosita Manja | 4.5